Saturday, November 05, 2016

Untuk Setiap Insan yang Sedang Meragu, dari Sebuah Hati yang Juga Sedang Pilu

Diposkan oleh Rabbani Haddawi di 06:09
Reaksi: 
Aku tahu kamu pernah merasakan hal itu sebelumnya. Ya, bahkan kamu telah berulang kali merasakannya. Ketika kamu ingin bertahan, berjuang, dan berusaha untuk tidak menyerah begitu saja. Tetapi satu dan banyak kali lainnya, kamu harus kalah, menyerah, dan semuanya berakhir dengan luka. Mungkin semua itu berakhir karena memang begitu cara cinta bekerja. Ia butuh dua orang untuk mengembangkannya, namun hanya butuh satu orang untuk mengakhirinya.

Aku tahu kamu telah berada pada titik itu jauh terlalu sering sekarang ini, sehingga kamu telah tumbuh cukup kuat untuk menganggap bahwa tidak apa jika sekali lagi kamu ditinggal pergi. Kamu berpikir bahwa kamu cukup kuat untuk menjadi sendiri. Bahwa kamu cukup kuat untuk mengamati orang-orang di sekelilingmu datang dan pergi tanpa bisa kamu hindari.

Tetapi, untuk sekali ini jangan. Aku mohon padamu, jangan. Jangan biarkan ia juga hanya menjadi sebatas kenangan.

Jangan biarkan ia juga pergi meninggalkanmu. Lihat ia, dan semua yang akan kamu lihat adalah seseorang yang mencintaimu. Ia adalah orang yang mencintai seluruh luka bekas pertempuranmu dengan masa lalu. Ia juga orang yang mencintai kepahitan, keraguan, kesakitan, kekhawatiran, kebahagiaan dan ketakutanmu. Dia mencintaimu. Dia mencintai caramu tertawa pada setiap leluconnya yang sebenarnya tidak lucu. Dia mencintai bagaimana kepalamu yang kelelahan jatuh ke pundaknya setiap kali kamu menemaninya menulis hingga lupa waktu. Dia mencintai usahamu yang mencoba membuatnya merindukanmu. Dia mencintai bagaimana kamu mencoba berbicara di tengah gelak tawa candaan kalian yang mengocok habis perutmu.

Dia mencintaimu sebagaimana adanya kamu. Dia mencintaimu dan aku yakin kamu juga bisa merasakan itu.

Aku yakin kamu akan merasa bahwa ia sangat berharga setelah semua yang ia lewati dengan atau tanpamu. Semua patah hatinya, lukanya, putus cintanya. Terutama putus cintanya, karena entah bagaimana putus cinta mengantarkan kita pada cerita-cerita, juga "bagaimana jika" dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Hal yang akhirnya membuatmu berpikir ini juga akan sama saja. Bahwa yang satu ini juga harus berhenti di sini dan menemui akhirnya.

Tetapi bertahanlah, jangan pergi. Jangan biarkan ia dan kamu merasakannya lagi.

Karena, jika dulu kamu pernah bertahan dan memperjuangkan orang lain yang bahkan tidak mencintaimu, yang melukaimu, yang tidak pantas mendapatkan ketulusanmu, mengapa kamu tidak mau mencoba untuknya yang sangat mencintai dan memperjuangkanmu?

Ketika kamu bisa memperjuangkan seseorang yang tidak layak diperjuangkan, mengapa kamu tidak bisa melakukan hal yang sama untuk ia yang mencoba sepenuh hati menjadi orang terbaik yang paling kamu inginkan?

Jangan biarkan berakhir.

Jangan biarkan dirimu menuliskan satu lagi cerita indah yang berakhir mengenaskan. Kamu layak menuliskan sebuah cerita cinta tanpa akhir, karena dengannya akan selalu ada awal bab yang baru.

Jangan menyerah dan pergi.

Mereka yang meninggalkanmu, meninggalkan pesan berupa takdir yang tidak tercipta untukmu. Yang kemungkinan, setiap orang yang pergi dari hidup dan hatimu ditakdirkan untuk memberi ruang padanya seumur hidupmu.

Dan mungkin, ia juga yang ditakdirkan Tuhan untuk menjawab segala tanya dalam doamu.

Jangan biarkan ia pergi, karena aku berjanji padamu, jika kamu mempertahankan dirinya, ia tidak akan melepaskanmu dari hidupnya.

Insan yang meragu, bukan hanya kamu yang sedang dirundung kelabu, aku yang kutulis sebagai ia juga pilu.

0 komentar:

Post a Comment

 

RabbaniRHI's Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos