Tuesday, February 23, 2016

Untuk Seseorang yang Aku Cintai Tanpa Rencana

Diposkan oleh Rabbani Haddawi di 05:56
Reaksi: 
“Kamu itu belum coba, makanya engga suka. Kalau udah dicoba untuk biasa juga lama-lama suka. Kayak waktu sama aku dulu juga gitu, kan? Dari nggak suka, jadi suka.” Katamu kemarin waktu memaksaku untuk membiasakan diri memakai rok setiap hari.


Masalahnya, mungkin kamu tidak mengerti bahwa belajar mencintaimu itu tidak sama dengan belajar memakai rok-rok panjang agar terlihat feminim. Walaupun dua-duanya sama-sama dimulai dengan belajar mencari kenyamanannya. Pakai rok bisa aku rencanakan dulu. Mau besok, minggu depan, bulan depan atau tahun depan, semuanya bisa aku rencanakan. Sedangkan kalau mencintai kamu, tiba-tiba saja suatu hari aku bangun dan yang pertama muncul dalam benakku adalah kamu. Tidak pernah aku rencanakan, tidak akan bisa aku rencanakan.

Tapi, meskipun kamu bukan bagian dari hal yang aku rencanakan, mencintaimu adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupku. Kalau dipikir, sepertinya tidak akan ada yang bisa memperlakukanku seperti kamu. Kamu membuatku tersenyum dengan cara yang orang lain tidak akan lakukan. Kamu konyol, demi membuatku tertawa, kamu rela melakukan hal yang orang lain anggap memalukan.

Lagi pula, bagaimana aku bisa tidak mencintaimu kalau kamu selalu membiarkan aku menang dalam setiap perang gelitik yang membuatmu tertawa-tawa kegelian sambil meminta ampun. Lalu, kamu juga satu-satunya orang yang paling mengerti aku dan bisa aku ajak berbicara mengenai apapun. Kemudian juga kamu satu-satunya orang yang membiarkan tanganku yang sering kedinginan masuk ke dalam kantong jaketmu agar lebih hangat. Hanya kamu yang membiarkan sweatermu aku tiduri untuk dijadikan bantal. Tidak mungkin aku menemukan orang lain yang akan menciumku ketika hujan dan kedinginan, ketika terik dan kepanasan, ketika baru saja bangun dan belum mandi seharian.

Kamu yang selalu ada. Kamu yang entah bagaimana menjadi sosok yang amat aku butuhkan. Kamu yang rela aku masuki kehidupannya. Kamu yang membiarkan aku mengetahui semua masalahmu dan meminta pendapat. Kamu yang setiap habis menciumku selalu tidak lupa mengatakan betapa kamu menyayangiku, atau betapa cantiknya aku hari itu meskipun make up yang biasa aku pakai sudah terhapus karena sudah sampai ujung hari. Kamu yang berhasil membuatku merasa paling beruntung hanya dengan memilikimu.

Sudah banyak orang-orang yang menganggapku berlebihan karena sering membagikan rasa syukurku atas memilikimu. Mereka bilang, kamu tidak sehebat itu dan tidak sebangga padaku seperti aku memilikimu. Tidak sebanding. Tapi, hubungan ini kita yang rasa. Cinta yang kamu berikan juga hanya aku yang bisa rasakan. Peduli apa orang-orang?

Sayang, mencintaimu memang tumbuh karena aku mau mencoba hingga terbiasa. Tapi, kalau kamu dulu tidak berusaha segigih itu dan tidak bertahan selama itu, mungkin aku tidak akan luluh dan berhenti berlari saat dikejar kamu. Jadi, hingga selamanya, janji jangan berhenti ya untuk mengusahakanku dan membuatku merasa paling beruntung memilikimu?

Walaupun selamanya adalah waktu yang panjang, aku tidak keberatan menghabiskannya bersamamu.

0 komentar:

Post a Comment

 

RabbaniRHI's Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos