Tuesday, October 06, 2015

Sepele

Diposkan oleh Rabbani Haddawi di 05:43
Reaksi: 
Pernah merasa tersepelekan? Menyadari bahwa orang yang selalu kamu utamakan menaruhmu di urutan terbelakang karena kamu bisa dipastikan akan selalu menunggu dan memaafkan.

Pernah merasa tersepelekan? Ketika kamu dibiarkan menunggu olehnya yang sedang bermalas-malasan.

Pernah merasa tersepelekan? Bertemu denganmu bukan lagi sesuatu yang dengan sukarela dia usahakan.

Pernah merasa tersepelekan? Candaannya bukan lagi untuk kamu mengulas senyuman, malahan air mata yang dengan paksa ditahan.

Pernah merasa tersepelekan? Kamu marah dan dia hanya mengabaikan.

Pernah merasa tersepelekan? Saat itu perasaanmu bukanlah salah satu kepentingannya lagi untuk dijaga dan dipertahankan.

Pernah merasa tersepelekan? Katanya, semua sakit karenanya yang kamu telah katakan dan utarakan barusan berlebihan. Bahkan lagi-lagi tidak diacuhkan.

Kamu yang terlalu sepele, bukan salahnya. Apalah kamu dibanding yang lainnya? Satu kelebihan saja tidak punya. Apa yang mau kamu banggakan untuknya? Tidak ada yang istimewa, kamu selamanya orang biasa. Si sepele yang tidak akan pernah bisa sempurna.

Kelebihanmu hanya kesabaran, yang akhirnya dijadikan alasannya untuk menyepelekan. 

Kelebihanmu juga memaafkan, yang membuatnya selalu merasa ada kesempatan berikutnya yang selalu akan kamu berikan.

Kelebihanmu menahan perasaan, yang membiarkannya tidak tahu selama ini ada air mata yang sering meleleh perlahan. Di setiap waktu yang tersepelekan. Di setiap pertemuan yang gagal diusahakan.

Sepele, mungkin kamu harus menghilang agar ia sedikit saja merasakan kerinduan dan kehilangan.

Sepele, pergi saja dan jangan lagi mau tersepelekan.

0 komentar:

Post a Comment

 

RabbaniRHI's Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos