Wednesday, October 28, 2015

Aku juga ingin

Diposkan oleh Rabbani Haddawi di 18:57
Reaksi: 
Saat kamu lelah dan ingin dimengerti, aku juga lelah dan ingin. Hanya saja aku tahu sakitnya tidak dimengerti saat lelah, jadi aku mengalah. Tidak apa-apa, kali ini biar aku dulu yang mengerti.

Saat kamu kesal sehingga ingin marah, aku juga kesal dan ingin. Hanya saja aku bukan sepertimu yang bisa meluapkan emosi pada kemarahan. Bukannya lemah, aku hanya terlalu sering menahan marah hingga akhirnya cuma bisa menangis tengah malam sendirian.

Saat kamu ingin disayang dan diperhatikan, aku juga ingin. Hanya saja aku takut kalau kebanyakan menuntut kamu nanti kamu akan pergi. Jadi ya sudah, aku saja dulu yang seperti itu, mungkin nanti kamu akan sadar kalau aku juga pantas untuk diperlakukan seperti itu.

Saat Tuhan menciptakan kamu sebagai laki-laki rasanya aku juga ingin. Sehingga saat nanti aku punya seorang gadis yang mencintai, memperjuangkan, menemani, mengasihi, dan mengerti aku, aku tidak akan membiarkan dirinya selama beberapa bulan sering menangis sendirian tengah malam karena merasa buruk dan tidak berdaya atas dirinya sendiri.

Saat bersamaku, aku tahu kamu ingin merasa dicintai. Tapi untukmu, haruskah aku tulis dulu dalam beberapa paragraf di laman ini agar kamu tahu aku juga ingin dicintai?

0 komentar:

Post a Comment

 

RabbaniRHI's Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos