Wednesday, April 22, 2015

Candu.

Diposkan oleh Rabbani Haddawi di 06:37
Reaksi: 
Aku tidak menginginkan percakapan singkat.


Kirimkan pesan padaku meski tanpa mengucapkan sapaan dan ceritakan mengapa kamu sangat marah pada hal-hal menyebalkan yang mungkin orang lain tidak akan pedulikan. Ceritakan padaku tentang bagaimana kamu berinteraksi dengan anak-anak kucingmu dan bagaimana kamu menyayangi mereka sepenuh hati. Kirimkan padaku paragraf berisi keluh kesahmu akan kehidupan, apa yang kamu takutkan, dan ingin sekali kamu rasakan. Cerita dan kirimkan padaku apapun yang bisa kamu kirim dan ceritakan.

Telepon aku ketika aku sangat mengantuk hingga hampir terlelap kemudian bicarakan padaku tentang keyakinanmu kepada Tuhan. Atau tentang bagaimana pertama kali kamu melihat Papamu menangis tertahan. Lanjutkan dalam berjam-jam selanjutnya tentang hal-hal acak yang mungkin tidak begitu penting dan aku berjanji akan tetap bertahan pada setiap kata yang kamu ucapkan meski dengan menyembunyikan suara menguap agar tidak ketahuan. Ceritakan padaku apapun hal yang tidak kamu ingin ada orang lain dengarkan.

Cari dan temukan aku hanya untuk menceritakan betapa kamu bahagia pagi ini dengan segelas kopimu. Atau betapa kamu tergila-gila pada setiap kata yang tertulis dalam sebuah buku yang baru kamu baca. Ceritakan juga tentang mimpi-mimpimu bertahun-tahun ke depan. Kamu juga boleh hanya menceritakan bagaimana kamu semalam  tidur kemalaman. Ceritakan semua hal. Ceritakan apapun yang ingin kamu ceritakan dan aku simpan. Aku akan selalu dengarkan.

Mungkin sampai di kalimat ini kamu masih belum juga paham.

Kamu, ceritamu, itu candu.

Kamu, cerita yang tidak ingin aku ketahui berakhir apalagi berlalu.

0 komentar:

Post a Comment

 

RabbaniRHI's Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos