Monday, January 12, 2015

Untuk Kamu, Orang Baik yang Tidak Selalu Baik

Diposkan oleh Rabbani Haddawi di 17:02
Reaksi: 
Kamu tahu, semua orang diciptakan sama. Bagaikan Yin dan Yang, kita semua memiliki sisi terang dan gelap, hitam dan putih, serta baik dan buruk. Aku tahu, hanya saja terlambat. Aku tahu saat sisi gelapmu mulai terlihat setelah sejak awal hanya sisi terangmu yang kulihat. Kamu, orang paling baik kata mereka. Kamu berbeda dengan yang lain, kata mereka. Mereka bilang, aku beruntung bisa bersama orang sebaik kamu. 


Aku setuju, kamu memang baik, hanya saja tidak selalu baik. Kamu juga bisa menyakiti. Kamu bahkan bisa membunuh. Aku tidak melebih-lebihkan, tapi memang sesuatu dalam diriku sekarat, hampir mati, dan itu karena kamu.

Cara terbaik untuk membunuh seseorang adalah dengan mengatakan padanya bahwa kamu mencintainya, kemudian berhenti berbicara padanya, lalu pergi dan bertingkah seakan-akan kamu tidak pernah mengenalnya.

Aku bahkan tidak tahu apa kesalahanku. Kamu hanya berhenti berbicara padaku, mengacuhkanku, menyingkirkanku. Tanpa alasan yang pasti kamu menghindariku. Ya, aku, seseorang yang kamu bilang jadi prioritasmu dulu.

Atas nama cinta, aku bertahan. Menunggu kamu kembali seperti yang kamu sebut dalam janji, entah kapan. Tertatih, menahan sepi dan perih sendiri mengabaikan hati yang mulai kelelahan.

Hanya saja aku jadi satu-satunya yang berjuang. Membodohi diri dengan membiarkan ribuan air mata terbuang. Kamu bilang kamu hanya butuh ruang, dan suatu saat kamu pasti akan pulang. Tapi kamu selalu menghilang, dan tak pernah berusaha untuk datang.

Akhirnya aku menyerah. Bukan cinta namanya kalau pada akhirnya aku terluka parah. Nyaris mati memperjuangkanmu yang bahkan tidak mau diperjuangkan.

Dan akhirnya kamu bilang aku yang terlalu lemah. Menyerah begitu saja tanpa mau bersabar dan berjuang. Bukannya mempertahankanku, kamu menyalahkanku atas ruang yang ada antara aku dan kamu. Ruang yang dulu kamu minta sendiri.

Kamu memilih pergi. Meninggalkanku yang menurutmu berakhir dengan aku mengecewakanmu. Jangankan untuk memohon atau mengemis agar kamu tetap disisiku. Menemuiku dan berbicara dengan menatap mataku saja kamu tidak sudi. Ternyata sedalam itu rasa bencimu untukku.

Kata mereka, kamu orang baik. Kenapa denganku kamu tidak bisa menjadi orang baik juga?

Maafkan aku karena mempertahankanmu. Maafkan aku karena mencintaimu disaat kamu hanya ingin tahu rasanya bersamaku. Maafkan aku karena menangis untukmu, berjuang untukmu. Maafkan aku yang akhirnya menyerah untukmu. Ya, aku menyerah untukmu. Untukmu yang tak lagi mau bersamaku.

Meskipun aku menyerah, setidaknya aku pernah berjuang menantimu sendiri dalam sepi. Terkapar nyaris mati melawan hati yang meminta untuk berhenti disakiti. Tapi tetap, ia tak pernah bisa berhenti mencintai.

Mencintai kamu.

Mencintai kamu.

Mencintai kamu.

Kamu.

Orang baik yang tak selalu menjadi baik.

2 komentar:

ANZhr on January 12, 2015 at 7:13 PM said...

Curhat di blog emang paling yahuy ya?

Rabbani Haddawi on January 12, 2015 at 8:44 PM said...

NGGAK CURHAT KOK JET.

Post a Comment

 

RabbaniRHI's Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos