Monday, October 22, 2012

Terjebak

Diposkan oleh Rabbani Haddawi di 02:27
Reaksi: 

Waktu masih terus berjalan. Ia tidak pernah berhenti untuk menunggu siapapun. Termasuk tidak menungguku yang masih mencintai kamu dan tertahan di perasaan terdalam untukmu. Ia terus berjalan meninggalkanku yang terjebak pada masa lalu. Aku tidak bisa menghentikannya dan aku kesulitan untuk kembali mengejarnya. Aku terjebak pada masa dimana kamu masih mencintaiku. Aku hidup bersamanya. Dan berpura-pura bahagia hanya dengan hidup bersamanya. Bersama kenangan denganmu, bukan bersama dengan dirimu.
Kepahitan yang aku rasakan membuatku mengerti bahwa hidup tidak harus selalu manis.  Kepahitan membuatku belajar untuk menjadi orang munafik. Tetap tersenyum meskipun rasanya sangat menyedihkan dan mengganggu.

Kini, keinginanku sudah tidak penting lagi. Aku biarkan kamu bahagia. Pergi. Terbang. Bebas. Lepas dari genggamanku. Karena kamu yang memintanya. Aku hanya tidak pernah bisa mengabaikan permintaanmu. Aku hanya tidak pernah bisa membiarkanmu tidak mendapatkan apa yang kamu inginkan. Aku hanya terlalu mencintaimu. Dan aku meminta maaf atas semua itu.

Air mataku sudah tidak dapat muncul lagi. Ia sudah terlalu lelah menampakkan diri semenjak kepergianmu. Biarkan dia menetes di dalam hatiku. Membasahinya. Menemani lukaku yang tidak sengaja kamu torehkan.

Kamu tidak akan pernah tau bagaimana rasanya saat mendapat luka itu. Perih...

Kamu tidak tau betapa aku tertatih membiarkan kamu bahagia.

Kamu tidak tau bagaimana rasanya jadiku yang memandangmu sedang tertawa bahagia, bukan denganku.

Kamu tidak tau hancurnya perasaanku saat aku memandang kebelakang dan semuanya lebih indah dibanding apa yang ada disisiku.

Kamu tidak akan pernah tau rasanya terjebak dalam masa lalu. Sendirian. Hanya bersama kenangan. Ya, kamu tidak akan pernah tau. Karena bahkan kamu tidak pernah mau tau.

0 komentar:

Post a Comment

 

RabbaniRHI's Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos