Friday, October 19, 2012

Kehilanganmu

Diposkan oleh Rabbani Haddawi di 01:30
Reaksi: 
Sesak. Tiba-tiba aku terbangun dan merasakan perbedaan mencolok pada awal hariku. Rasa yang asing. Seperti melilit badanku. Perutku melilit. Jantungku berdebar lemah. Paru-paruku rasanya kurang menarik asupan oksigen hingga rasanya sesak sekali.

Aku yakin semalam adalah mimpi. Saat kamu mengatakan bahwa ini adalah akhir. Bahwa kamu bilang kamu sudah lelah dengan semuanya. Pasti itu mimpi. Ya. Mimpi buruk biasa terjadi kan?
Namun aku tidak bisa membohongi diriku sendiri. Air mata yang mengering di pipiku membuktikannya. Mataku yang sembab memberitahuku. Dan bekas airmata di bantal menceritakan semuanya. Itu nyata.

Untuk mengira kehilanganmu saja aku tidak sanggup. Hanya dengan memikirkannya saja aku menangis. Aku rasa aku hampir gila kamu telah berlalu meninggalkan aku begini. Hidupku rapuh. Aku tidak tau jantung terbuat dari apa, tapi rasanya ia seperti remuk. Karena dadaku saat ini sakit sekali.

Aku tau ini semua salahku kan? Aku tidak pernah menjagamu sepenuh hatiku. Kamu pasti merasa bahwa aku ini tidak sempurna kan? Maaf karena aku tidak pernah bisa jadi apa yang kamu mau. Maaf jika semua kata yang sempat kuucap adalah kata yang tak ingin kamu dengar. Maaf karena aku mencintaimu dengan sangat. Maaf karena aku menggenggammu terlalu erat. Maaf karena aku takut kehilanganmu.

Kamu nyawa didalam tubuhku. Bayangkan bagaimana aku tidak takut kehilangan jika kamu adalah nyawaku? Aku bisa mati tanpamu.

Karena kamu adalah napasku. Bayangkan bagaimana kamu bisa hidup sehari saja tanpa bernapas? Apakah mudah?

Karena kamu jantungku. Detak dalam hidupku. Pertanda bahwa aku memang masih ada di dunia. Pertanda bahwa hariku masih harus aku jalani. Jika kamu pergi, mungkinkah detak itu masih ada?

Kini kamu pergi. Aku memang masih hidup. Aku tidak tau bagaimana aku bertahan. Ya, aku bertahan hidup dalam kematian rasa.

0 komentar:

Post a Comment

 

RabbaniRHI's Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos