Saturday, October 13, 2012

Bukan Kamu, Tapi Aku

Diposkan oleh Rabbani Haddawi di 03:21
Reaksi: 
Aku tau aku hanya bisa dilukai oleh orang-orang yang justru aku cintai. Kadang cinta bagiku bagaikan pisau bermata dua, akan berguna bila berada di tangan yang tepat, tapi akan berbahaya bila ada orang yang salah yang menggunakannya.

Tanpa sengaja cinta melukaiku, ya, cinta yang kamu gunakan sebagai alasan untuk menjadikanku kekasihmu. Lalu cinta yang sama juga yang kamu jadikan alasan untuk pergi dariku.

Tidak, aku tidak bermaksud mengatakan kamu orang yang salah yang menggunakannya. Kamu hanya tidak sengaja melakukannya kan? Karena kebetulan mungkin kamu belum mahir menggunakannya, jadi kamu tidak sengaja melukaiku. Atau, kamu sengaja melakukannya?

Tidak. Kamu tidak sekejam itu. Kecuali alasan kamu pergi dariku karena katamu, bahagiaku tidak ada padamu. Dan kamu, bukan orang yang baik untukku, katamu.

Tapi coba katakan padaku, bagian mana dari tersenyum tanpa sebab hanya dengan mengingat namamu yang tidak bisa disebut bahagia? Atau, coba sebutkan bagian mana dari tidak bahagia dengan setiap derai tawa yang aku lantunkan disetiap kalimat menghiburmu, bagian mana?

Atau, coba katakan, bagian mana darimu yang tidak baik untukku? Bagian kamu selalu melindungiku disaat aku membutuhkan perlindungan? Atau bagian dimana kamu menjadi satu-satunya perhatian yang aku selalu dapatkan saat aku butuh? Atau bagian dari jemari tanganmu yang terasa begitu hangat saat menggenggam erat jemari tanganku melalui sela-selanya yang memang sudah pas untuk kamu isi?

Aku rasa, alasanmu salah.

Mungkin seharusnya, bahagiamu tidak ada padaku, dan aku bukan yang terbaik untuk kamu.

Oh ya, aku tau sekarang. Kamu memang tidak sengaja melukaiku. Kamu telah berusaha sekeras mungkin menjaga perasaanku tetap utuh. Bahkan saat sudah muak bersamaku.

Perasaan ini hanya terluka sendiri. Bukan karena kamu, tapi aku.

0 komentar:

Post a Comment

 

RabbaniRHI's Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos