Thursday, September 20, 2012

Dulu Aku Pernah Bahagia

Diposkan oleh Rabbani Haddawi di 05:45
Reaksi: 
Hello readers. I'm back. Kali ini mau bikin post yang agak beda. Semacam flashfiction gitu. Masih nyoba-nyoba belajar sih buatnya. Semoga kalian suka yaaa.....


Yuk check dibawah sini.....

 

Dulu aku pernah bahagia. Saat aku bersama kamu. Semua senyum menjadi tawa, dan semua air mata terbalut indah oleh cinta.

Dulu aku pernah bahagia, saat kita masih bersama. Saat kenangan indah masih setia mengiringi.

Dulu aku pernah bahagia, saat jemarimu masih sanggup menghapus airmata yang keluar secara sengaja atau tidak sengaja dari mataku yang kamu sebut-sebut tempat munculnya pelangi.

Dulu aku pernah bahagia. Saat kedua bola matamu masih menatap lembut kearahku.

Dulu aku pernah bahagia, saat jemari kita masih saling bertautan.

Dulu aku pernah bahagia, saat senyummu masih kamu persembahkan untukku.

Terlalu indah untuk aku lupakan. Semuanya terbalut manis dengan bingkai mawar yang indah. 

Meskipun terlalu menyakitkan untuk menyentuhnya karena terdapat duri disana.

Masih terkenang bayanganmu dalam balutan pakaian yang kamu kenakan terakhir kali kita bertemu.

Masih terkenang kata-kata cinta yang pernah kamu ucapkan dulu.

Masih terkenang segala sakit yang sempat kamu berikan dulu.

Jangan fikir aku tidak bersedih mengenang ini semua, kasihmu, cintamu, perhatianmu, sayangmu.

Karena kini, semua tidak pernah aku dapatkan lagi.

Aku pernah berjanji saat kamu akan melangkah pergi aku akan menunggu.

Aku harap tulus pesanku membawamu kembali padaku.

Aku mencoba jauh berjalan, meninggalkan kenangan kita, dengan segala luka yang kini tercipta.

 Aku berjalan dibawah siraman cahaya bulan purnama.

Objek yang sering kita pandang bersama sambil bicarakan di telepon. Berusaha memberi sugesti kepada masing-masing kita bahwa meskipun kita jauh, kita masih memandang bulan yang sama.

Lagi. Aku mengingat kamu. Hanya dengan berjalanpun aku kembali teringat olehmu.

Oleh indah tulusnya cinta yang pernah kita punya.

Sama seperti bulan yang masih bersinar terang dilangit hingga malam ini, cinta kitapun masih bersinar meskipun tak lagi mampu kita pandang bersama.

Biarkan dia bersinar terus, sampai nanti. Sampai dia lelah dan meredup sendiri.

Dan seandainya kamu datang kembali, entah saat dia sudah meredup atau masih bersinar terang jawaban apa yang harus aku beri?

Atau mungkin adakah jalan yang kamu temui untuk membuat kita bersama lagi?

*****

Jadi gimana? Maaf kalo norak atau belum bagus. Namanya juga baru belajar hehe. Pertama nih ya. Oke thank you ;;) 
See you next post readers

0 komentar:

Post a Comment

 

RabbaniRHI's Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos